Rabu, 04 Maret 2009

ORANG TERKAYA DI INDONESIA 2006

Majalah Forbes Asia versi September 2006 mengumumkan 40 orang Indonesia terkaya. Indonesia merupakah negara ke-4 didunia dalam jumlah penduduknya sebanyak 230 juta dan terdiri dari 17,500 pulau. Lebih dari separoh dari 40 orang Indonesia terkaya ini memperoleh harta mereka dari sumber daya alam dan sumber manusianya yang berlimpah. Milyarder seperti Rachman Halim, R. Budi Hartono dan Putera Sampoerna termasuk dalam lima besar yang mendapatkan hartanya dari hasil produksi rokok kretek dan real estate. Trihatma Haliman mengeruk keuntungan sebesar $900 juta dalam penjualan apartemen di seluruh Jakarta. Belum lagi yang menjadi kaya dari penjualan barang-barang keperluan rumah tangga antara lain sabun detergen merek Wing Biru oleh Eddy William Katuari Wings Group, mie instan Indomie oleh Liem Sioe Liong Indofood dan Teh Botol Sosro. Kekayaan para cukong ini jika dijumlahkan akan mencapai sekitar $22 milyar dan sekitar $28 milyar disimpan di Singapura.

Mereka juga mengincar sumber daya alam Indonesia dimana dua diantara lima besar, Sukanto Tanoto dan Eka Tjipta Widjaja masing-masing memiliki kekayaan sekitar $2.8 milyar dan $2 milyar dari hasil kayu pembuat kertas. Martua Sitorus pada posisi ke-14 mengelola minyak kelapa melalui usahanya bernama Wilmar International. Urutan rankingnya sebagai berikut:

Keluarga Sukanto Tanoto- $2.8 milyar. Umur 56, status kawin dengan 4 anak. Mulai bisnis sebagai pemasok peralatan ke perusahaan minyak Negara. Dalam tahun 1973 beralih ke usaha produk hutan dan pada 1995 mengusahakan produksi kertas. Perusahaan miliknya Asia Pacific Resources pernah masuk New York Stock Exchange tapi ditarik dari bursa saham di tahun 2001. Saat ini perusahaannya RGM International masih bergerak dalam bidang produksi kertas, minyak kelapa dan sumber daya energi.

Keluarga Putera Sampoerna - $2.1 milyar. Umur 58, status kawin dengan 4 anak. Produksi rokok kretek ketiga terbesar sebelum kemudian sahamnya dikuasai oleh Philip Morris.

Keluarga Eka Tjipta Widjaja - $2 milyar. Umur 85 status kawin dengan 15 anak. Datang dari RRT ke Indonesia sejak kanak-kanak. Berjualan biskit pada umur 17 tahun namun kemudian memupuk hartanya dari usaha produksi kertas dan minyak kelapa. Sekarang anak-anaknya meneruskan usahanya melalui perusahaan bernama Sinar Mas.

Keluarga Rachman Halim - $1.8 milyar. Umur 59 status kawin, Pabrik rokok kretek merek Gudang Garam merupakan yang terbesar di Indonesia.

Keluarga R. Budi Hartono - $1.4 milyar. Umur 65 status kawin dengan 3 anak. Memiliki pabrik rokok kretek merek Djarum. Produknya diekspor keluar negeri.

Keluarga Abdul Rizal Bakrie - $1.2 milyar. Umur 59 status kawin dengan 3 anak. Mewarisi usaha orang tuanya Bakrie Group. Saat ini bergerak di bidang infrastruktur.

Keluarga Eddy William Katuari - $1 milyar. Umur 55 status kawin dengan 4 anak. Usaha sabun cuci detergen merek Wing. Juga saat ini bergerak dibidang penjualan kebutuhan rumah tangga. Juga dalam bidang real estate dan kimia.

Trihatma Haliman - $900 juta. Umur 54 status kawin dengan 2 anak. Real estate developer antara lain komplek perumahan dan apartemen Agung Podomoro. Juga bergerak dibidang retail.

Arifin Panigoro - $851 juta. Umur 61 status kawin dengan 2 anak. Mendirikan perusahaan minyak Medco Energy International tahun 1980. Go public tahun 1994. Juga bergerak dalam bidang pengeboran minyak di Sumatera Selatan.

Keluarga Liem Sioe Liong - $800 juta. Umur 91 status kawin dengan 4 anak. Membangun Salim Group dalam usaha di bidang makanan, pelayaran dan semen. Memiliki Bank Central Asia dan Bank First Pacific.

Keluarga Mochtar Riyadi - $570 juta. Umur 76 status kawin dengan 6 anak. Usaha mencakup membeli bank-bank yang sudah sekarat. Juga membeli saham yang menguasai perusahaan yang menerbitkan majalah Forbes edisi Indonesia.

Peter Sondakh - $530 juta. Umur 54 status kawin dengan 3 anak. Pemegang saham terbesar Rajawali Group bergerak dalam bidang telekomunikasi, bahan-bahan keperluan rumah tangga, transportasi dan perhotelan.

Prajogo Pangestu - $510 juta. Umur 55 tahun status kawin dengan 3 anak. Usaha dalam bidang hasil hutan, perkayuan dan logging.

Martua Sitorus - $475 juta. Umur 46 tahun. Dijuluki sebagai Raja minyak kelapa. Perusahaannya Wilmar International merupakan pabrik minyak kelapa terbesar di Asia. Juga bergerak di dalam bidang perdagangan.

Paulus Tumewu - $440 juta. Umur 54 status kawin dengan 3 anak. Pendiri Departemen Store Ramayana. Bergerak di bidang pakaian jadi sejak tahun 1978.

Murdaya Poo dan Siti Hartati Cakra - $430 juta. Masing-masing berumur 65 dan 60 tahun dengan 4 anak. Tim suami istri sebagai supplier pada perusahaan listrik Negara. Mendirikan Murdaya Group yang dikenal juga dengan nama Berca Group di tahun 1990. Konglomerat dalam bidang perkayuan dan agen sepatu Sneakers.

Keluarga Husein Djojonegoro - $ 360 juta. Umur 57 status kawin dengan 4 anak. Mengelola ABC consumer group mula-mula usaha pabrik anggur kemudian merambah ke bidang makanan, pasta gigi dan baterei.

Chairul Tanjung - $310 juta. Umur 44 status kawin dengan 2 anak. Pendiri Para Group yang bergerak di bidang jasa-jasa finansiel, penyiaran, property dan energi.

Hadi Surya - $305 juta. Umur 70 status kawin dengan 3 anak. Usaha kapal tanker dengan nama Berlian Ladju dengan armada sebanyak 50 kapal tanker.

Tan Kian - $300 juta. Umur 48 status kawin dengan 3 anak. Bergerak di bidang property. Ikut memiliki Marriott Hotel dan Ritz Carlton Hotel dan mendirikan Pacific Place sebuah komplek pertokoan dan proyek hotel.

Sjamsul Nursalim - $ 295 juta. Umur 64 status kawin dengan 3 anak. Pendiri group Gajah Tunggal dan bergerak di bidang produksi ban mobil, usaha bank dan pertambangan.

George dan Sjakon Tahija - $265 juta. Masing-masing umur 48 tahun dengan 2 anak dan umur 53 tahun dengan 3 anak. Usaha dari orang tua dalam berbagai bidang jasa finansiel.

Edwin Soeryadjaya - $230 juta. Umur 57 status kawin dengan 3 anak. Ikut mendirikan Saratoga Investama Sedaya. Anak dari William Soeryadjaya perakit mobil Astra International yang dijualnya pada tahun 1992. Berencana mendirikan pabrik pembangkit tenaga listrik.

Kartini Muljadi dan Dian Paramita Tamzil - $225 juta. Muljadi adalah seorang bekas jaksa. Memiliki pabrik obat Tempo Scan Pacific di tahun 1982 bersama adik perempuan bernama Tamzil. Muljadi saat ini pension tapi masih sebagai penasehat hukum. Tamzil adalah Presiden dari Tempo Scan.

Keluarga Harjo Sutanto - $220 juta. Status kawin dengan 4 anak. Mendirikan Wings group di tahun 1948 dengan Johannes Ferdinand Katuari. Bersama keluarga diperkirakan memiliki 25% dari usaha di bidang bahan kebutuhan sehari-hari dan bidang distribusi.

Soegiharto Sosrodjojo - $215 juta. Umur 72 status kawin dengan 5 anak. Dalam tahun 1970 memimpin Sosro Group yang memproduksi The Botol Sosro.

Tan Siong Kie - $200 juta. Umur 90 tahun status kawin dengan 3 anak. Mendirikan Rodamas Group in tahun 1960 yang mendistribusikan barang elektronik, alat pendingin dan kimia. Sekarang bergerak juga di bidang makanan dan perbankan.

Aksa Mahmud - $195 juta. Umur 61 status kawin dengan 5 anak. Dealer dari Mitsubishi di Sulawesi Selatan. Sekarang bergerak di bidang energi, infrastruktur.

Soetjipto Nagaria - $150 juta. Umur 66 status kawin dengan 2 anak. Mendirikan complex perumahan mewa di Jakarta Utara dengan usaha bernama Summarecon Agung.

Keluarga Ciputra - $145 juta. Umur 74 status kawin dengan 4 anak. Pendiri dari Ciputra Group yang membangun perumahan mewah disekitar lapangan terbang di Jakarta. Saat ini juga bergerak di bidang real estate di Jakarta, Surabaya dan Hanoi.

Kris Wiluan - $140 juta. Umur 56 status kawin dengan 2 anak. Mula-mula usaha penyediaan pipa-pipa untuk konstruksi di Singapore dan Pulau Batam di tahun 1970. Saat ini juga bergerak di bidang turisme, transportasi dan property.

Keluarga Sutanto Djuhar - $135 juta. Umur 77 status kawin dengan 5 anak. Bekas partner bisnis Liem Sioe Liong dari Salim Group. Salah satu Dewan Komisaris dari Bank First Pacific dimana ia memiliki 10 persen saham.

Husein Sutjiadi - $120 juta. Umur 52 status kawin dengan 2 anak. Bermula sebagai pedagang cocoa lalu berpindah ke bidang produksi dan export cocoa dimana dia membeli 26% saham di Davomas.

Keluarga Boenyamin Setiawan - $115 juta status kawin dengan 2 anak. Salah seorang pendiri industri obat Kalbe Farma dan bergadung dengan Dankos Labs untuk membentuk perusahan obat terbesar di Asia Tenggara.

Tomy Winata - $110 juta. Umur 48 status kawin dengan 2 anak. Pemegang saham Artha Graha Bank dan usaha property Agung Sedayu.

Jusul Kalla - $105 juta. Umur 64 status kawin dengan 5 anak. Pemimpin dari Kalla Group. Bergerak di bidang engineering, property, konstruksi dan telekomunikasi. Saat ini sebagai Ketua Umum dari Partai Golkar dan menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Keluarga Soedarpo Sastrotomo - $100 juta. Umur 86 status kawin dengan 3 anak. Pendiri dari perusahaan pelayaran Samudra Indonesia yang saat ini merupakan perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia.

Keluarga Alim Markus - $95 juta. Umur 55 status kawin dengan 6 anak. Ayah dan pamannya pendiri dari Maspion Group di tahun 1962 yang mula mula membuat alat-alat dapur dari aluminum. Juga mengembangkan usaha ke bidang pembuatan alat-alat rumah tangga dari bahan plastic dan gelas.

Jakob Oetama - $90 juta. Umur 75 status kawin dengan 5 anak. Pendiri surat kabar Indonesia dengan nama Kompas di tahun 1965 dan berkembang sampai saat ini menjadi Kompas Gramedia group sebagai usaha penerbitan terbesar di Indonesia.

Tjandra Kusuma - $80 juta. Kawin dengan 3 anak. Mulai usaha dengan Eka Tjandranegara mendirikan Mulia Group di tahun 1980 dan sekarang memimpin Mulia Land yang membangun kompleks pertokoan terbesar di Jakarta dengan nama Mulia Industrindo yang juga memproduksi ceramic dan gelas.

sumber:arifperdana.wordpress.com


KISAH SUKSES MANTAN SEORANG PETUGAS KEAMANAN

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.

Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.

Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.
>
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk
memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.

Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.

Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah,
membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2. Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.

Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika
beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.

“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.

Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. “Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.

Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.

“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang
telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia"

sumber:arifperdana.wordpress.com

Senin, 23 Februari 2009

Aku Mau Mama Kembali

(Sebuah kisah teladan dari negeri China)

Oleh Rahmat Saepulloh

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27
Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan
kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah
untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.

Zhang Da tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.

Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan
injeksi/suntikan kepada pasiennya.

Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka
Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab
apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.

Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.

sumber: karier-up

Inikah, Bisnis yang Tak Habis Dimakan Zaman?

Inikah, Bisnis yang Tak Habis Dimakan Zaman?

February 4, 2009 @ 2:08 pm



Selain makanan, ada satu bidang bisnis yang tak akan habis dimakan zaman. Bisnis yang dimaksud berhubungan dengan teknologi informasi, seperti komputer. Dari masa ke masa, bisnis ini bukan meredup, tetapi malah semakin terang.

Ada banyak cara jika Anda tertarik masuk ke bisnis ini. Bisa mulai dari usaha kecil-kecilan seperti penyewaan atau penjualan komputer, atau membuat program komputer. Tapi, jika tak mau repot membangun bisnis dari bawah, mungkin Anda perlu melongok tawaran waralaba bidang TI ini dari PT Master Centranusa Cemerlang.

Chief Executive Officer (CEO) PT Master Centranusa Cemerlang, Susanto, mengatakan, perusahaannya menawarkan beragam waralaba. Mulai dari pengisian ulang tinta printer, servis printer, sampai menjual komputer dan aksesorinya. Semua lengkap dengan paket-paketnya.

Tawaran paling murah adalah paket silver. Paket ini hanya bisa menjalankan bisnis tinta isi ulang. “Investasi yang dibutuhkan paket ini sebesar Rp 50 juta,” ujar Susanto.

Dengan paket silver ini, Anda bisa mendapatkan masing-masing satu unit mesin refil pengisi inkjet, satu unit mesin ultrasonic steam, pembersih carttidge inkjet, dan 10 unit mesin printer tester. Selain itu, ada juga berbagai merek dan peralatan isi ulang printer lain.

Ada juga paket master gold. Dengan mengambil paket ini, Anda bisa menjalankan bisnis isi tinta ulang sekaligus servis komputer. Anda bakal mendapat semua alat yang berhubungan isi ulang tinta, termasuk peralatan mesin untuk memperbaiki mesin printer. “Juga karyawan yang sudah terlatih memperbaiki printer,” ajar Susanto. Untuk mendapatkan tawaran paket ini, Anda harus mengeluarkan modal usaha sebanyak Rp 100 juta.

Ada satu paket Iagi, yaitu master platinum dengan modal sekitar Rp 150 juta - Rp 300 juta. Dalam paket ini, Anda dapat menjual komputer dan aksesorinya dalam berbagai pilihan. Tergantung berapa duit yang mampu Anda keluarkan. Susanto mengatakan, duit yang dikeluarkan itu sudah termasuk franchise fee, promotion fee, dan mengadaan produk.

Tapi, biaya itu belum termasuk royalty fee. “Besarnya 3 persen sampai 5 persen dari omzet per bulan,” ujar Susanto.

Menurut hitungan Master Tonner, biaya yang dikeluarkan saban bulan untuk karyawan, listrik, dan air sekitar Rp 2 juta.

Balik modal 18 bulan

Untuk urusan karyawan, Master Tonner akan memberikan karyawan yang sudah terlatih termasuk karyawan untuk menservis printer dari kousumen. “Kami sediakan orang-orang yang paham betul dengan teknologi printer,” ujar Susanto.

Selain komponen biaya, calon terwaralaba masih harus menanggung ongkos lokasi usaha minimal seluas 16 meter persegi. Syarat lokasi yang cocok adalah berada di jalan raya utama yang bisa berbentuk ruko. “Boleh sewa atau punya sendiri,” imbuh Susanto.

Susanto mengatakan, marjin untung terwaralaba paling banyak didapat daru usaha refill tinta yakni sebesar 75 persen. Selebihnya dari servis printer. “Marjin penjualan komputer cukup tipis karena persaiangannya sanga ketat,” katanya.

Untuk urusan balik modal, Master Tonner sendiri menghitung bisa balik modal sekitar 12 bulan sampai 18 bulan. Tetapi, Susanto mengatakan bahwa seringkali modal terwaralaba sudah balik kurang dari prediksi waktu itu. “Dalam waktu 10 bulan, beberapa terwaralaba sudah bisa balik modal,” ujar Susanto.
Susanto sudah merintis usaha ini sejak tahun 1998 daru usaha isi tinta ulang rumahan. Perlahan bisnisnya mulai berkembang dan berkeinginan membuka cabang. Sayangnya ia etrbentur modal. Makanya ia lantas menawarkan sistem waralaba mulai tahun 2007.

Sampai sekarang Master Tonner sudah memiliki 10 terwaralaba yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Pekanbaru, dan Papua. Master Tonner pasang target setiap tahun membuka 10 gerai baru. “Syarat bagi peminat waralaba ini harus mempunyai keinginan serius menjalankan bisnis ini,” ujar Susanto.

Susanto masih yakin bisnis printer dan komputer akan terus berkembang. Pasalnya, permintaan bisnis ini bukan hanya datang dari konsumen ritel. Tetapi juga bisa datang dari konsumen korporat.

Susanto bilang, persaingan bisnis penjualan komputer, penjualan dan servis printer, serta tinta isi ulang memang ketat. Tetapi penyedia layanan lengkap se[erti ini masih terbatas. “Biasanya kan usaha ini hanya menyediakan layanan tinta isi ulang,” ujarnya.

(Rahmat Saepulloh)



artikel ini berasal dari http://www.karir-up.com

FRANCHISE BENGKEL RESMI

Franchise Bengkel Resmi HMTC

January 6, 2009 @ 2:31 pm

Name:
Franchise Bengkel Resmi HMTC

Business Category:
Automotive

Corporate Name:
PT. Hartomo Cipta Mekanik

Establish Since:
Februari 2006-Maret 2006

Business Description:
-

Total Outlet:
18

Minimum Investment:
US $ 5.500

Maximum Investment:
-

Fee:
US $ 1.500/tahun

Advertising Fee:
-

Royalti Fee:
-

Bep:
14.6 Bulan

Prefer Location:
-

Contact Person:
Hartomo Koes Alam Syahrir/0817735533. Nengah Suparta/8941080-081776906001

Phone Number:
021-87744507, 87744499

Fax Number:
021-87744559

Website:
www.hmtc-online.com




Berawal dari masa krisis ekonomi melanda Indonesia sejak tahun 1997, PT. Hartomo Cipta Mekanik mendirikan Hartomo Mechanical Training Center / HMTC pada tanggal 1 Juli 1999, training center ini merupakan pusat pelatihan untuk dapat menciptakan mekanik yang profesional.

Seiring dengan perjalanan waktu HMTC Group sampai sekarang sudah menamatkan mekanik-mekanik profesional kurang lebih 10.328 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dimana 70 % diantaranya membuka workshop sendiri.

HMTC Group mempunyai 10 cabang : Jakarta, Bandung, Depok, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Pekanbaru, Cirebon dan Malang.

HMTC Group, terdiri dari beberapa divisi antara lain: HMTC Course, HMTC Membership, HMTC Event Organizer dan HMTC Spare Parts, yang siap memberikan pelayanan serta solusi bagi customer ,dengan menjadikan HMTC Group menjadi icon HMTC Smart Solution bagi customer.

Perkembangan dunia Otomotif khususnya Sepeda Motor di Indonesia dewasa ini cukup menggembirakan sebagai barometer, dapat kita lihat dengan meningkatnya jumlah populasi motor baik di Ibukota Jakarta maupun di daerah serta dengan naiknya harga BBM serta kondisi lalu lintas di jalan yang setiap hari macet, pemakaian Motor merupakan solusi untuk dapat menghemat biaya serta mempercepat waktu dalam perjalanan.

Dengan perkembangan tersebut diatas, ada beberapa hal yang perlu di antisipasi untuk lebih meningkatkan perkembangan Sepeda Motor di Indonesia seperti :

Memperluas pengetahuan tentang Sepeda Motor.
Melakukan standarisasi Sepeda Motor melalui sertifikasi.
Meningkatkan kerjasama diantara organisasi yang terkait.
Persaingan bisnis yang semakin global
Berdasarkan hal tersebut diatas, HMTC Group melalui divisi HMTC Membership merupakan suatu organisasi bisnis yang berorientasi untuk memuaskan customer, akan selalu berusaha dan berupaya memberikan solusi untuk meningkatkan efesiensi, kenyamanan serta keamanan bagi customer, yaitu salah satunya dengan mengembangkan members HMTC yang diklasifikasikan menjadi members [2] HMTC Workshop dan members [3] HMTC Motorcycle.

artikel ini berasal dari http://www.karir-up.com

BISNIS CUCI MOTOR

Saatnya Bisnis Cuci Motor

February 16, 2008 @ 10:57 am

Nampaknya Bisnis cuci sepeda motor tidak akan sepi, baik di kala musim penghujan maupun kemarau. Itulah yang mendasari lahirnya Gw Guyur, pusat cuci dan salon perawatan sepeda motor. Bisnis ini diprediksi akan terus berkibar lantaran populasi sepeda motor dari waktu ke waktu akan bertambah dengan pesat.

Bagi para bikers, pencucian dan perawatan motor merupakan trend lifestyle baru, banyak orang bilang, penampilan dan kebersihan motor yang dipakai seseorang mencerminkan kepribadian pemiliknya. “Motor yang mengkilap bersih dan terawat pasti mencerminkan perhatian besar yang diberikan pemiliknya kepada kendaraan kesayangannya,” kata Direktur GwGuyur Sonny B. Sofjan.

Tak hanya itu, GwGuyur pun mengusung konsep one stop solution yang didukung oleh teknologi dan metode pencucian motor yangsophisticated.

Dukungan penuh dari 3M Motorbike Detailing memberikan jaminan kelas dunia akan kualitas bahan yang digunakan dalam proses perawatan body dan mesin motor,” ujarnya

GwGuyur menjalankan franchise dengan mematok Rp 25 juta untuk periode kerja sama lima tahun. Tak hanya itu, mitra pun mendapat marketing support, training, audit operasional & keuangan serta secara periodik melakukan kunjungan untuk memberikan perhatian terhadap quality pelayanan.

“Jadi untuk menjadi mitra harus memiliki jiwa entrepreneur, berani mengambil risiko. Tak hanya itu, mitra pun dapat menentukan sendiri lokasi outlet yang menjadi pilihannya,” tegas Sonny.

Ia menyarankan kepada mitra yang ingin bergabung agar mencari tempat strategis dan tidak mengeluarkan modal yang cukup besar untuk penyewaan tempat.

Tak hanya itu, dengan perhitungan menggaet 60 motor/hari dapat mengembalikan modal awal dalam jangka 1 sampai 2 tahun.
“Saya yakin pemilik motor akan melirik bahkan berpindah ke GwGuyur dengan letak outlet yang merupakan jalan pusat kendaraan berlalu lalang, ditambah dengan brand sistem pencucian yang bersih. Jadi, target penghasilan Rp. 1 juta per hari dapat terlaksana,” katanya. (Rahmat Saepulloh)artikel ini berasal dari http://www.karir-up.com

HUNTING DREAM JOB

Hunting Dream Job

February 23, 2009 @ 2:18 pm



[1] Bayangkan bila Anda bisa berjalan-jalan ke berbagai belahan dunia, menginap di hotel berbintang lima, menikmati sajian makanan lokalnya, menyaksikan kekayaan budayanya, berkenalan dengan orang-orang baru, dan untuk semuanya itu Anda tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun, malah dibayar. Inilah pekerjaan baru untuk para penggila traveling.

Travel writer adalah pekerjaan jurnalistik yang berkonsentrasi pada berbagai aspek dari suatu perjalanan. Sering kali, seorang travel writer bekerja untuk majalah atau acara televisi. Namun sebenarnya ada banyak employer lain yang mempekerjakan seorang travel writer. Contohnya agensipublic relations, biro convention and visitors, biro perjalanan (travel agency), hotel, motel, restoran, penginapan, atau resor, pemilik spa, event organizer, konsultan atau ahli turisme, pemilik restoran, penerbit buku, dan lain sebagainya.

Pekerjaan ini juga tidak menuntut Anda untuk menjadi pegawai tetap sebuah perusahaan. Anda bisa saja mengambil cuti dari pekerjaan tetap Anda, lalu melakukan perjalanan di suatu tempat, dan menjual tulisan Anda ke majalah atau surat kabar. Lebih baik lagi bila Anda sudah cukup dikenal sehingga perusahaanlah yang mencari dan mempekerjakan Anda.

Sebagai penulis perjalanan, Anda bisa menulis mengenai petualangannya, seni dan arsitektur kota, kulinernya, bisnis,city guide, tempat-tempat berbahaya di suatu kota, eco-tourism, tempat-tempat untuk bulan madu, national park, kehidupan malam, kegiatan berbelanja, rekreasi sports, tempat singgah di akhir minggu, wineries, dan berbagai hal lainnya. Anda tak akan kehilangan ide untuk mengangkat sebuah topik di suatu tempat, dan tak perlu khawatir tulisan Anda tak dibaca. Rasanya, semua orang senang membaca tulisan mengenai perjalanan karena tulisan seperti itu lebih banyak gunanya. Sebagai pembaca, Anda akan memperoleh banyak informasi tempat-tempat baru, berapa biaya yang diperlukan, dan bagaimana mencapainya.

Untuk menjadi penulis perjalanan, tak ada jenjang pendidikan khusus yang diperlukan. Anda akan mampu menjadi penulis perjalanan bila:

* Senang berjalan-jalan, tak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di kota-kota kecil, hingga pedalaman. Anda yang sudah terbiasa jalan-jalan atau traveling akan lebih disukai karena wawasan Anda lebih luas. Bahkan, Anda bisa diharapkan untuk memberikan ide-ide bagi employer Anda.

* Memiliki ketertarikan terhadap berbagai aspek sosial, budaya, hingga bisnis, dari tempat yang Anda kunjungi.

* Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik karena Anda harus banyak menggali informasi dari penduduk lokal.

* Mampu menulis dan menjelaskan secara detail pengalaman Anda. Misalnya saat mencicipi makanan tidak hanya mengatakan “enak”, tetapi juga “tekstur cake ini sangat lembut, krimnya langsung lumer di lidah, kejunya sangat terasa…” dan sebagainya.

* Mampu berbahasa Inggris atau bahasa asing lain.

* Mengetahui teknik fotografi.

* Sanggup bekerja sendiri, dan dalam batasan waktu (deadline).

Nah, jika saat ini Anda ingin mempunyai pekerjaan sampingan sebagai penulis perjalanan, maka Anda harus mulai menulis sekarang juga. Anda bisa membuat blog dan menuliskan laporan perjalanan Anda, lengkap dengan foto-fotonya. Anda bisa seterkenal Trinity, yang akhirnya membukukan blog-nya dengan judul The Naked Traveler. Banyak-banyaklah bertanya kepada travel writer lain, bagaimana pengalaman mereka saat pertama menjalani pekerjaan tersebut. Jika Anda berniat mengirimkan tulisan ke majalah atau surat kabar, kenali lebih dulu bagaimana gaya tulisan dan gaya bahasa yang disukai oleh media tersebut. *

(Rahmat Saepulloh/ berbagai sumber)

artikel ini berasal dari http://www.karir-up.com
dapatkan informasi lowongan kerja terbaru di karir-up.com

sumber : http://www.karir-up.com/2009/02/hunting-dream-job/

URLs in this post:
[1] Image: http://www.karir-up.com/wp-content/uploads/2009/02/travel-writer.jpg